5 Cara Mengasah Skill Teknologi

Skill teknologi adalah salah satu keahlian yang akan membantu kita mendapat pekerjaan yang lebih baik atau menaiki tangga karier lebih tinggi. Kandidat yang baru masuk dunia kerja, atau profesional yang sudah berkecimpung dalam pekerjaan yang berkaitan teknologi sejak lama perlu mengasah kemampuan ini. Alasannya karena ilmu di bidang ini terus berkembang seiring zaman.

Jadi, apakah Anda berniat belajar coding atau berusaha memahami analisis Big Data? Berikut ini tips mengasah keahlian di bidang IT bagi pencari kerja.

Cari Mentor Bayangan

Jika Anda belum sempat mengikuti pelatihan atau kelas khusus di bidang IT, cobalah untuk menemukan “mentor” yang tepat. Buat Anda yang belum bekerja, bisa ikutilah komunitas lalu temukan ahli di bidang IT yang paling dikagumi. Sementara bagi Anda yang sudah bergabung di perusahaan, lihatlah cara kerja senior terbaik bekerja, bagaimana ia menyelesaikan masalah, teknik yang digunakan, dan sebagainya.

Dalam hal ini, Anda tidak perlu memintanya menjadi mentor secara formal. Anda cukup memerhatikannya, sesekali berdiri di belakang saat ia bekerja, meminta saran dan kritik atas pekerjaan sendiri. Dengan memperbanyak interaksi dengan sang “mentor”, lama-lama Anda bisa memahami skill teknologi yang baru, dan menduplikasi cara kerjanya.

Ikuti Pelatihan Sesuai Passion

Bila ingin meningkatkan keahlian bidang IT, mentor bayangan saja tidak cukup. Anda harus mengikuti pelatihan yang sebenarnya. Jadi, Anda mesti serius dan harus bisa mencari waktu untuk masuk kelas di sela-sela kesibukan kerja. Dari pelatihan resmi ini, Anda dapat mengasah skill teknologi sekaligus mendapatkan sertifikat untuk memperkaya CV.

Biar tidak merasa terpaksa, Anda harus memilih pelatihan bidang IT yang paling disukai. Kalau bisa, ilmu baru ini relevan dengan pekerjaan dan dapat membantu karier Anda di masa depan. Sebagai contoh, jika saat ini Anda bekerja sebagai Data Analyst, maka bisa belajar soal Machine Learning agar bisa membuka peluang profesi baru. Selain itu, Data Analyst yang sudah memiliki pemahaman ilmu statistika yang kuat dapat memperdalam pemrograman agar bisa meningkatkan karier menjadi Data Engineer atau Data Scientist.

Temukan Variasi Sumber Belajar

Sebenarnya, ada berbagai sumber belajar ilmu bidang IT selain mentor dan pelatihan resmi. Anda dapat menonton video pembelajaran atau mengikuti boot camp.

Jika rajin mencari tahu informasi dari kanan-kiri, Anda bisa menemukan penyelenggara pelatihan yang menawarkan pembelajaran teori sekaligus praktik. Anda bahkan bisa terlibat dalam proyek sebenarnya. Jadi, Anda bisa mengaplikasikan ilmu secara real-time.
Menghadiri Konferensi

Di dalam sebuah konferensi, Anda bisa bertemu dengan berbagai ahli bidang IT yang bekerja di banyak perusahaan hingga freelancer. Anda juga dapat menemui orang lain yang juga sedang belajar dan punya keinginan kuat untuk meningkatkan skill teknologi. Dari pertemuan ini, mungkin Anda tidak akan langsung menguasai satu bidang ilmu. Tetapi, Anda akan mendapatkan berbagai informasi tentang tren teknologi terkini.

Pengetahuan baru ini akan memperkuat alasan Anda untuk menekuni skill teknologi tertentu. Selain itu, Anda juga bisa memberikan rekomendasi kepada atasan terkait tren di bidang IT yang bisa berpengaruh pada kemajuan bisnis perusahaan.
Pertimbangkan Proyek Sampingan

Anda pasti mengenal ungkapan “Practice Makes Perfect”. Artinya, setelah mengetahui teori dan memahami konsep, Anda harus sering berlatih untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar. Anda bisa mengasah kemampuan tersebut dengan mencoba praktik, kapan pun, di mana pun, saat ada waktu luang.

Jika Anda sudah percaya diri dengan skill teknologi baru, tapi belum ada kesempatan untuk mengaplikasikannya di kantor, cobalah mencari proyek sampingan. Memang, pekerjaan sampingan akan membutuhkan waktu dan tenaga tambahan, serta komitmen tinggi agar tidak mengganggu tugas utama sebagai karyawan. Namun, proyek sampingan dapat memberi Anda pengalaman praktis dengan keterampilan baru yang mungkin belum pernah dipelajari selama kursus. Sebagai bonus, Anda juga akan mendapatkan uang!

Ketika sudah mendapat pekerjaan, bukan berarti Anda berhenti belajar. Anda harus terus mengembangkan diri, salah satunya dengan mengasah kemampuan teknologi. Dengan demikian, Anda akan tetap kompetitif di pasar kerja.

Tips Bikin CV untuk Melamar Kerja

Curriculum vitae (CV) artinya daftar riwayat hidup yang berisi informasi pribadi pelamar kerja. Melalui CV, perekrut akan menilai dan mengevaluasi calon tenaga kerja yang pantas untuk masuk tahap seleksi berikutnya. Maka, saat menyusun CV, kita merasa perlu mencantumkan banyak informasi tentang prestasi agar bisa menarik perhatian perekrut.
Tapi, tahukah Anda bahwa CV yang terlalu panjang dan padat dengan kata-kata juga tidak baik di mata pembaca? CV yang ideal biasanya hanya sepanjang 1,5-2 halaman kertas A4 saja.
Jika CV Anda yang sekarang dirasa terlalu berlebihan, maka hapus saja hal berikut ini.

Judul ‘Curriculum Vitae’

Penulisan judul ‘Curriculum Vitae’ di bagian atas CV sudah ketinggalan zaman. Sekarang, kandidat lebih sering menulis namanya sendiri di bagian paling atas CV.
Lagipula, kebanyakan berkas lamaran kerja dikirim melalui email. Jadi, perekrut sudah dapat mendapat informasi tentang CV dari nama dokumen yang dilampirkan. Meski Anda tidak menamai berkas dengan ‘CV’, perekrut juga bisa mengenali lembar CV dengan mudah dari formatnya.

Alamat Lengkap

Pada masanya, menulis alamat lengkap di dalam CV adalah penting untuk urusan surat-menyurat. Namun, saat ini domisili yang lengkap tidak diperlukan lagi karena kebanyakan CV dikirim lewat email.
Tetapi, Anda boleh saja menuliskan lokasi tempat tinggal secara umum, misalnya, nama kota saja. Pada pekerjaan tertentu, tempat tinggal justru bisa jadi keunggulan Anda dibandingkan kandidat lain. Perekrut bisa saja memilih kandidat yang tinggal didekat tempat kerja. Sebaliknya, bila lokasi tempat tinggal justru akan mendatangkan efek negatif, maka hapus saja.

Pengalaman Kerja yang Tidak Relevan

Kalau Anda sudah malang-melintang di dunia kerja sejak lama, sebaiknya tidak usah mencantumkan semua pengalaman kerja. Hapus beberapa pengalaman kerja yang tidak relevan dengan posisi yang dilamar sekarang. Perekrut juga tidak tertarik dengan pengalaman magang dan pekerjaan pertama yang sudah Anda tinggalkan sejak lima tahun lalu. Justru peran dan tanggung jawab di perusahaan terakhir yang akan membuat Anda mendapat nilai tambah.
Beda halnya dengan para fresh graduate yang memang belum berpengalaman. Para lulusan baru akan mencoba memasukkan semua pengalaman kerja sebagai asisten dosen, internship, hingga sukarelawan di dalam CV. Tapi, lagi-lagi Anda harus cermat memilah pengalaman kerja yang ada hubungannya dengan posisi yang dilamar. Selebihnya, hapus saja.

Keterangan Pekerjaan

Oke, jika Anda bergelut di bidang yang sama selama bertahun-tahun, pasti semua pengalaman kerja yang pernah dijalani relevan dengan pekerjaan yang dilamar sekarang. Apalagi, dalam perjalanannya, Anda bisa menunjukkan bahwa pernah bekerja di perusahaan kecil dan besar, serta memegang berbagai macam peran.
Kalau Anda merasa perlu memasukkan semua pengalaman kerja di CV, maka tulislah sesingkat mungkin. Anda hanya perlu mencantumkan jabatan dan nama perusahaan. Lalu, hapus semua deskripsi pekerjaan di bawahnya, biarkan jadi bahan pertanyaan saat wawancara nanti. Namun, bila Anda pikir perlu ada keterangan, sertakan pencapaian tertinggi saat menduduki jabatan tersebut.

Detail Riwayat Pendidikan

Anda perlu mencantumkan jenjang pendidikan terakhir, berikut nama universitas dan tahun kelulusan. Namun, Anda tidak perlu merinci tahun masuk universitas, apalagi waktu yang dihabiskan di kampus lebih lama dari seharusnya. Selain itu, indeks prestasi juga tidak perlu dicantumkan jika nilainya tidak seberapa.

Beberapa poin dalam riwayat pendidikan yang perlu Anda hapus antara lain jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama. Bahkan, buat Anda yang masih fresh graduate, tak perlu mengikuti aturan penulisan dua jenjang pendidikan terakhir. Informasi Sekolah Menengah Atas tidak masalah jika dihapus.

Dengan menghapus beberapa poin dari CV, maka Anda akan membuat dokumen terlihat lebih ringkas dan mudah dibaca. Pastikan perekrut menemukan semua keunggulan Anda yang penting untuk mendukung pekerjaan.
sumber: qerja.com

Pendaftaran Kartu Prakerja

Pemerintah akan membuka pendaftaran Kartu Prakerja 2020 secara online mulai minggu ini. Program ini ditujukan untuk mengurangi dampak ekonomi dari wabah virus corona (Covid-19). Dikutip dari keterangan resminya, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Purbasari, mengatakan program ini menyasar sekitar 5,6 juta peserta di tahun 2020. Pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 dapat mendaftarkan diri di laman resmi www. prakerja.go.id, mulai minggu kedua April 2020.

Syarat dan cara daftar Kartu

Prakerja Dikutip dari laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan, Kartu Prakerja 2020 adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Syarat Kartu Pra-Kerja adalah: Warga Negara Indonesia (WNI) Usia minimal 18 tahun Sedang tidak mengikuti pendidikan formal Sebaiknya calon peserta selalu meng-update informasi di prakerja.go.id atau cara mendaftar Kartu Prakerja online yang rencananya akan dibuka pada di minggu kedua bulan April 2020. Pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 dapat mendaftarkan diri di laman resmi www.prakerja.go.id

Tunjangan Kartu Prakerja

Terbaru, pemerintah memutuskan menambah anggaran Program Kartu Prakerja dari semula Rp 10 triliun, menjadi Rp 20 triliun. Nilai manfaat yang diterima peserta juga akan meningkat. Masing-masing bakal mendapatkan Rp 3.550.000 selama menjalani program tersebut.

Jika dirinci, insentif tersebut meliputi biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000 yang tak bisa dicairkan (hanya untuk biaya pelatihan). Selain itu, terdapat insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan (jika sudah menyelesaikan pelatihan), dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000. Dana itu akan diterima peserta bertahap dari sebelum hingga pelatihan kerja selesai dilakukan.